sekarang gue duduk di bangku kuliah, semester 3 di fakultas teknik.
mumet, 1 kata yang mendeskripsikan hal tersebut. semua ekspetasi masa smk gue punah ketika tau dunia kuliah kaya gini. jauh dari orang tua, uang yang minim, tugas-tugas yang menumpuk, kemalasan, teman-teman yang "yasudahlah", jadi hal yang menghambat kehidupan gue untuk maju di dunia kampus.

sebagai anak kos, itu adalah sebuah tantangan terberat bagi gue. semuanya begitu "complicated" kalo gabisa ngaturnya. sebenernya gue tau kuncinya, manajemen waktu! but, sounds good doesn't work. dalam pikiran mungkin itu mudah, but in reality.... ya begitulah. kuat-kuatin iman aja.

buat adik-adik juga yang baca ini, dunia kampus adalah dunia dimana lo ketemu berbagai macam orang, mulai yang bobrok sampe yang baik banget.. eitsss, baik juga ada maunya wkwk.

gue adalah lulusan SMK, yang notabenenya di persiapkan untuk dunia kerja. sejujurnya, gue kuliah pun karena maksa. orang tua gue udah bilang kalo gue kerja aja dulu, baru kuliah. tapi gue ngotot buat kuliah. ngototnya gue sih berdasar, karena gue masuk ke PT Negeri melalui jalur undangan. dan juga guru gue bilang, kalo ga ngambil jalur undangan PTN tsb, sekolah bakal kena black list! otomatis itu membuat gue keukeuh untuk ngambil undangan tsb.

dan jengjeng, akhirnya gue jadi mahasiswa teknik yang bisa dibilang lumayan kurang terlalu "ahsudahlah" wkwk. but, in other side gue bersyukur kedua orang tua gue mendukung gue kuliah, meskipun kadang kakak gue nyinyir. merasakan bangku kuliah adalah suatu kehormatan bagi anak jaman sekarang. bukan karena gue gengsi, tapi banyak anak yang pengen kuliah tapi ga bisa karena keterbatasan.

bahkan beberapa kasus yang gue ambil dari temen-temen SMP gue yang terkenal pinter dulu, malah jadi SPG, kasir, atau lebih hebat lagi udah jadi Bapak-bapak/Ibu-ibu. bukannya gue meremehkan mereka juga, karena gue pun punya prinsip, "kuliah bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan", contoh kasus yang lain adalah Bu Susi Pudjiastusi (Menteri Perikanan dan Kelautan). did you know, dia lulusan apa? cuma SMP!! sekarang jadi apa? MENTERI! tapi tetep aja, ketika kuliah juga seenggaknya punya satu level yang membuat kita ga akan terlalu rendah dimata orang, disaat kita di juluki "MAHASISWA" that's make me so thankfully.

dari kecil gue emang suka bongkar mainan yang baru di beli. semata-mata karena rasa penasaran yang tinggi. tapi jeleknya, gue ga bisa merakitnya kembali dan berfungsi normal seperti sedia kala. makanya tiap gue bongkar satu barang, gue selalu bilang "terima bongkar dan terima kasih" haha. tapi ga sedikit juga barang yang bisa gue rakit kembali dan menjadi lebih baik. mungkin juga itu salah satu dasar gue masuk teknik.



semalas-malasnya gue, tapi gua harus berjuang dalam perkuliahan. hukumnya kudu, harus, wajib! ga ada alasan, karena biaya kuliah mahal. lebih mahal lagi keringat orang tua, menjadikan gue harus berusaha sekuat tenaga supaya membahagiakan orang tua gue.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

hallo dunia blogger